Bisnis oleh oleh terus menunjukkan perkembangan pesat beberapa tahun terakhir. Pergeseran gaya hidup masyarakat, meningkatnya budaya traveling, serta perkembangan media sosial membuat produk oleh oleh tidak hanya menjadi buah tangan tetapi juga simbol identitas daerah. Banyak pelaku usaha kini berlomba menciptakan produk kreatif yang unik, estetik, dan punya nilai cerita sehingga menarik perhatian wisatawan. Tren ini membuat industri oleh oleh semakin kompetitif dan penuh peluang baru.
Dunia oleh oleh kini bukan lagi soal bawang goreng atau kaos bertuliskan nama kota, tetapi pengalaman rasa dan cerita yang dibawa pulang wisatawan.
Artikel ini membahas secara lengkap bisnis oleh oleh yang sedang tren, faktor pendorongnya, hingga potensi besar di tahun 2026.
Gelombang Baru Bisnis Oleh Oleh di Era Media Sosial
Kehadiran media sosial seperti TikTok dan Instagram mendorong pelaku usaha menciptakan produk yang mudah viral. Banyak wisatawan mencari oleh oleh karena melihat review atau konten kreator yang membahas rekomendasi produk lokal. Tren ini membuat bisnis oleh oleh berkembang jauh lebih cepat dibanding lima tahun lalu.
Produk yang fotogenik atau memiliki cerita unik lebih mudah menarik perhatian sehingga pelaku usaha harus kreatif tidak hanya dalam rasa tetapi juga packaging. Anak muda khususnya menjadi pasar utama karena mereka membeli oleh oleh bukan semata kebutuhan tetapi juga pengalaman.
Faktor Pendorong Bisnis Oleh Oleh
Lonjakan wisata domestik.
Konten media sosial yang viral.
Munculnya UMKM kreatif dengan inovasi produk lokal.
Oleh Oleh Kuliner Kekinian yang Terus Digemari
Kuliner tetap menjadi sektor paling potensial dalam bisnis oleh oleh. Wisatawan cenderung membawa pulang makanan khas daerah untuk dibagikan ke keluarga dan teman. Namun kuliner oleh oleh saat ini tidak hanya mengandalkan rasa tetapi juga inovasi.
Banyak usaha makanan kini menghadirkan kemasan yang lebih premium dan tahan lama sehingga bisa dikirim ke berbagai daerah. Variasi rasa dan konsep baru membuat kuliner oleh oleh terlihat lebih modern dan tidak membosankan.
Contoh Kuliner Oleh Oleh yang Lagi Tren
Kue bolu kekinian dengan topping modern.
Makanan ringan tradisional dalam kemasan eksklusif.
Sambal lokal varian pedas unik.
Saya selalu kagum melihat bagaimana makanan tradisional bisa naik kelas hanya dengan kreativitas kemasan dan inovasi rasa.
Minuman Lokal dalam Botol Premium Mulai Jadi Buruan
Selain makanan, minuman lokal sedang naik daun sebagai oleh oleh. Banyak usaha menghadirkan minuman herbal atau minuman tradisional seperti jamu, wedang, atau minuman rempah ke dalam botol premium yang lebih modern. Hal ini membuat minuman tradisional terasa lebih relevan dengan gaya hidup masa kini.
Minuman ini biasanya dikemas dengan desain minimalis dan warna elegan sehingga mudah menarik perhatian generasi muda. Selain enak, minuman lokal dalam botol premium juga dianggap lebih sehat sehingga cocok sebagai oleh oleh fungsional.
Tren Minuman Khas Daerah
Jamu rempah botol.
Cold brew kopi lokal.
Sirup buah khas daerah yang tahan lama.
Produk Fashion Lokal Ikut Meramaikan Bisnis Oleh Oleh
Tidak hanya kuliner, produk fashion lokal seperti kain tenun, kaos desain lokal, hingga tas handmade kini menjadi pilihan populer sebagai oleh oleh. Kaum milenial dan Gen Z lebih menyukai barang yang memiliki nilai estetika dan bisa dipakai sehari hari.
Kain lokal seperti batik, songket, atau lurik juga banyak dibuat dalam bentuk fashion modern, misalnya scarf, jaket, atau totebag. Produk seperti ini lebih mudah diterima pasar luas karena tampilannya tidak terlalu tradisional tetapi tetap membawa identitas daerah.
Ciri Produk Fashion Lokal yang Diminati
Desain modern namun tetap membawa unsur budaya.
Kualitas bahan yang baik dan nyaman dipakai.
Harga terjangkau bagi wisatawan domestik.
Kerajinan Tangan Handmade yang Mengusung Cerita Lokal
Kerajinan tangan juga mengalami kebangkitan dalam bisnis oleh oleh. Barang barang handmade seperti gelang manik, dekorasi kayu, keramik tradisional, hingga lilin aromaterapi menjadi pilihan yang semakin populer. Wisatawan menyukai barang yang memiliki karakter personal dan dibuat oleh pengrajin lokal.
Kerajinan ini biasanya memanfaatkan bahan alami seperti kayu, tanah liat, serat alami, hingga limbah daur ulang. Produk handmade yang memiliki cerita lokal lebih mudah dipasarkan karena memberi pengalaman emosional bagi pembeli.
Jenis Kerajinan yang Sedang Tren
Keramik dengan motif lokal.
Lilin aromaterapi berbahan alami.
Dekorasi miniatur bangunan khas daerah.
Produk Skincare dan Aromaterapi dari Bahan Lokal
Bisnis skincare berbahan lokal sedang booming dan menjadi oleh oleh populer di berbagai kota wisata. Produk seperti sabun handmade, body scrub, minyak esensial, hingga masker alami banyak dipilih wisatawan sebagai hadiah. Wisata wellness yang mulai diminati juga mendorong pertumbuhan produk perawatan tubuh berbahan herbal.
Bahan lokal seperti kopi, bunga mawar, kemangi, jeruk nipis, atau sereh banyak digunakan dalam pembuatan skincare tradisional modern. Produk ini biasanya dikemas dalam wadah minimalis sehingga tampil lebih elegan dan layak dibawa pulang.
Skincare Lokal untuk Oleh Oleh
Sabun natural handmade.
Minyak aromaterapi.
Scrub kopi dan masker rempah.
Produk lokal kini mampu menghadirkan pengalaman spa mini yang bisa dibawa pulang wisatawan.
Produk Kreatif Kolaborasi antara UMKM dan Seniman Lokal
Tren terbaru dalam bisnis oleh oleh adalah kolaborasi kreatif antara UMKM dan seniman lokal. Kolaborasi ini menghasilkan produk limited edition yang memadukan seni ilustrasi, desain modern, dan budaya daerah. Produk seperti totebag ilustrasi, notebook motif lokal, atau packaging khusus sangat diminati generasi muda.
Kolaborasi ini bukan hanya meningkatkan nilai produk tetapi juga membantu mempromosikan karya seniman lokal secara lebih luas.
Bentuk Kolaborasi Populer
Tote bag bermotif ilustrasi khas daerah.
Kotak kemasan khusus dengan desain artistik.
Merchandise edisi terbatas dari festival atau event kota.
Oleh Oleh Ramah Lingkungan Semakin Banyak Dicari
Kesadaran akan isu lingkungan memengaruhi tren bisnis oleh oleh. Produk ramah lingkungan seperti reusable bag, sedotan bambu, kotak makan kayu, atau produk daur ulang sangat diminati terutama oleh wisatawan muda. Mereka tidak hanya membeli oleh oleh yang cantik tetapi juga peduli pada dampak lingkungan.
Pelaku bisnis mulai menggunakan kemasan eco friendly seperti kertas daur ulang, kain, atau plastik biodegradable untuk menjaga citra bisnis yang lebih hijau.
Kategori Produk Eco Friendly
Tas belanja daur ulang.
Aksesori berbahan bambu atau kayu.
Produk kreatif dari limbah kain atau plastik.
Kota Kota Wisata yang Menjadi Pusat Bisnis Oleh Oleh Modern
Beberapa kota di Indonesia dikenal sebagai pusat bisnis oleh oleh yang terus berkembang. Bandung, Jogja, Bali, Medan, Makassar, dan Malang menjadi kawasan yang penuh inovasi. Setiap kota memiliki produk unggulan yang menjadi magnet wisatawan.
Di kota kota wisata besar, toko oleh oleh kini dikemas lebih modern, mirip concept store. Selain menjual barang, toko toko ini juga menyajikan pengalaman visual yang menarik untuk pengunjung.
Kota dengan Inovasi Produk Oleh Oleh
Bali dengan produk aromaterapi dan seni.
Bandung dengan fashion kreatif.
Yogyakarta dengan bakpia modern dan kerajinan.
Strategi Bisnis Oleh Oleh agar Tetap Bersaing
Dengan semakin banyaknya pemain, pelaku usaha harus memiliki strategi tepat untuk memenangkan pasar. Ada beberapa faktor penting yang menentukan keberhasilan bisnis oleh oleh, di antaranya inovasi produk, kekuatan branding, serta kemampuan menciptakan pengalaman pelanggan.
Selain itu pelaku usaha juga perlu memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar. Banyak toko oleh oleh kini tidak hanya melayani pembeli yang datang langsung tetapi juga menyediakan pemesanan online.
Strategi Kunci Pengembangan Bisnis
Inovasi rasa dan desain produk.
Packaging menarik yang mudah dipromosikan.
Optimalisasi penjualan online dan media sosial.
Dalam bisnis oleh oleh, cerita yang kuat justru sering kali lebih penting daripada produk itu sendiri.
Prediksi Tren Bisnis Oleh Oleh di Tahun 2026
Tahun 2026 diprediksi menjadi masa emas perkembangan bisnis oleh oleh karena meningkatnya mobilitas wisatawan dan daya beli masyarakat. Produk berkonsep premium tetapi terjangkau akan mendominasi. Selain itu kolaborasi bisnis lintas daerah akan semakin banyak dilakukan.
Ke depan, wisatawan diperkirakan mencari oleh oleh yang tidak hanya enak tetapi juga estetik dan memiliki nilai fungsional. Produk lokal yang menggabungkan teknologi dan budaya juga diprediksi menjadi tren baru.
Prediksi Produk Paling Diminati
Oleh oleh kuliner premium dalam kemasan tahan lama.
Merchandise seni lokal hasil kolaborasi kreatif.
Produk skincare herbal dengan kualitas ekspor.






